RSS



Mengajarkan Stuktur pada Aljabar

Guru dalam mengajarkan materi aljabar seringkali menemukan siswa yang masih melakukan kesalahan dalam menyelesaikan masalah aljabar seperti dalam menyederhanakan pecahan . Contoh pada kasus pertama yaitu  3x/3y, siswa akan melakukan pencoretan bilangan 3 pada kolom penyebut dan pembilang sehingga hasil akhirnya menjadi x/y. Selanjutnya pada kasus kedua yaitu (3x+7)/(3+7), siswa akan menerapkan penyelesaian yang sama yaitu dengan mencoret bilangan yang sama pada penyebut dan pembilang yaitu bilangan 3 dan 7 pada penyebut dan pembilang sehingga hasil akhir adalah x . Inilah beberapa kesalahan yang ditemukan guru dan seringkali dilakukan siswa pada jenjang SMA hingga kuliah, padahal materi ini telah diajarkan sejak tahun pertama di jenjang menengah Atas.
 Dalam memudahkan siswa memahami operasi bilangan maka digunakanlah salah satu cara yaitu dengan menggunakan diagram pohon. Sebagai contoh persamaan x+3(x+2). Dari persamaan tersebut siswa akan beranggapan bahwa ini adalah operasi tambah antara x dan 3(x+2), sedangkan lainnya beranggapan bahwa ini adalah operasi perkalian antara x+3 dan (x+2). Untuk menghilangkan beberapa persepsi atau anggapan yang berbeda, maka dapat diselesaikan dengan menggunakan diagram pohon sehingga selanjutnya persamaan ini dapat kita sederhanakan.
Sebelum menggunakan diagram pohon, kita harus tahu makna dari persamaan x+3(x+2) yaitu operasi tambah antara x dan 3(x+2). Kemudian langkah pertama, buatlah lingkaran  yang digambari perekatnya yaitu tanda "+".  Kedua, beri cabang pada lingkaran tersebut sebanyak bilangan yang direkatkan, karena yang direkatkan adalah bilangan x dan 3(x+2) maka cabangnya sebanyak 2 (namai dengan cabang 1 dan cabang 2)  . Ketiga, Isi cabang 1 dengan variabel x dan cabang 2 dengan 3(x+2). Namun sebelum melanjutkan ke langkah selanjutnya perhatikan pada cabang 2, persamaan 3(x+2) masih memiliki operasi bilangan tidak seperti halnya variabel x. Maka perhatikan kembali apakah 3(x+2) mempunyai perekat.
Keempat, lihatlah persamaan dari 3(x+2) adalah operasi perkalian antara 3 dan x+2, maka perekatnya adalah tanda "x" (kali). Selanjutnya, buat kembali lingkaran yang digambari perekatnya  yaitu tanda "x" (kali) pada cabang 2. Kelima, beri cabang pada lingkaran sebanyak bilangan yang direkatkan, karena bilangan yang direkatkan adalah bilangan 3 dan x+2 maka banyaknya cabang ada 2 (namai cabang 3 dan cabang 4). Isi cabang 3 dengan angka 3 dan cabang 4 dengan x+2.
Namun kembali perhatikan, pada persamaan x+2 pada cabang 4 masih mempunyai perekat. Sehingga yang dimaksud pada persamaan x+2 yaitu operasi tambah antara x dan 2, maka perekat antara dua variabel tersebut adalah tanda "+". Kemudian buat kembali lingkaran yang digambari perekatnya yaitu tanda "+" pada cabang 4. Selanjutnya, beri cabang pada lingkaran tersebut sebanyak bilangan yang direkatkan yaitu x dan 2 maka banyaknya cabang ada 2 (namai cabang 5 dan cabang 6). Isi cabang 5 dengan variabel x dan cabang 6 dengan angka 2. Sehingga keseluruhan bilangan pada cabang tidak lagi mengandung perekat atau operasi bilangan.
Dengan mengajarkan penyelesaian operasi aljabar menggunakan metode diagram pohon siswa menjadi lebih memahami dan lebih mudah dalam mengerjakan operasi aljabar. Guru hanya perlu memberikan latihan-latihan kepada siswa dengan beberapa kasus yang berbeda atau dengan mengganti angka agar siswa dapat mengetahui pola dalam mengerjakan, sehingga dengan latihan yang diberikan siswa mampu memahami langkah-langkah atau konsep yang mereka gunakan untuk mengerjakan suatu masalah.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS